|
Menurut Harter (1991), pengaruh
konsep-diri yang paling besar itu pada dua hal,
yaitu:Afeksi dan Motivasi. Afeksi mengarah pada
kondisi emosi seseorang. Konsep-diri positif akan
berpengaruh atas munculnya emosi positif, seperti
kebahagian, kepuasaan, dan seterusnya. Sebaliknya,
konsep-diri negatif akan berpengaruh pada munculnya
emosi negatif, misalnya kesedihan, tekanan, depresi,
dan seterusnya. Emosi positif akan memunculkan
harga-diri positif sedangkan emosi negatif kerap
menjadi sumber harga diri negatif. Harga diri
negatif inilah yang kerap menjadi biangnya kerusakan
emosi.
Kerusakan emosi sehingga keluar
rasa dendam, ingin membalas, mengacak-acak suasana
misalnya saja seseorang dendam dan tidak mampu
mengembalikan situasi yang pernah dia alami
sebelumnya, lantas supaya bisa mengejawantahkan
dendamnya dia memancing sesuatu untuk membalas
dendamnya, mengekspresikannya dengan berbagai cara,
bahkan melakukan pembohongan diri dengan maksud
ingin kelihatan lebih baik sehingga justru akan
memperlihatkan kegagalan dalam dirinya.Hal seperti
ini akan membuat seseorang begitu tambah tidak
menarik, menyebalkan, dijauhi dan tidak disukai
karena konsep diri yang keluar adalah emosi negatif.
Misalnya saja bila seseorang
mengalami sakit hati tetapi dia justru
memperlihatkan kecerdasan pengendalian emosinya
misalnya bersabar, tidak berusaha membalas dendam,
tidak mengancam ataupun teror dan juga berusaha
tidak menjadi manusia cengeng, putus asa dan serasa
hidup ini tidak ada artinya jika saya tidak
mendapatkan apa yang dia inginkan . Bahkan Tidak
mencari cara-cara untuk memperkeruh dan
memperlihatkan dendamnya. Misalnya dengan tindakan
kekerasan, ancaman atau sesuatu yang tidak
memperlihatkan etika dan cenderung kampungan.
Disakiti serta dikhianati
memang terasa sakit bak luka yang menganga, tetapi
kalo kita memiliki kecerdasan emosi yang lebih baik
maka dia akan cepat dapat merecovery kesedihannya
dan kemudian dia akan melakukan hal-hal yang lebih
positif untuk dirinya. Si luka pun akan menutup
kembali. Tetapi ini terjadi pada orang yang bisa
berkompromi dengan dirinya. Sehingga dia tidak
membuat semuanya menjadi beban hidup. Dia tidak akan
melakukan sesuatu yang justru lebih melukai dirinya.
Ataupun sesuatu yang membuat dia tambah menyakiti
sampai merusak ke badan dia sendiri. Atau
terus-terusan berkutat dalam masalah itu. Kan memang
sebaiknya kita yang tertimpa itu berusaha
membebaskan diri dari masalah, melangkah kembali
menata hidup lebih baik karena banyak yang bisa
diperbuat dari sekedar hanya berkutat dengan masalah
yang itu-itu aja.
Akhirnya kita bisa frustasi dan
depresi karena hidupnya berkutat dalam dendam,
membalas dendam, dan tidak menerima kenyataan ingin
tetap mendapatkan apa yang diinginkan dengan segala
cara dan tanpa disadari membuat dirinya tambah
kelihatan semakin buruk saja. Coba apa yang terjadi
dengan penampilan nya? kusut kan? , aura yang muncul
pun adalah aura negatif dan membuat diri kita
semakin tidak menarik. Kusut.
Coba lah untuk lebih realistis
dan obyektif dalam memandang persoalan yang sedang
dihadapi agar pada akhirnya apa yang dilakukan tidak
merusak kehidupan kita sendiri dan kehidupan orang
lain. Sebab, bagaimana pun juga bagi kaum wanita,
akan lebih sulit untuk tidak melibatkan emosi secara
mendalam terhadap sang pria karena memang wanita
lebih sensitif dan emosional dibandingkan pria yang
sering dikatakan rasional
Curahkanlah segala perasaan,
kepahitan dan kekecewaan kita pada Tuhan, karena
pada akhirnya Tuhan pasti akan membantu kita
mengatasi kerumitan hidup jika kita memang
benar-benar menghendakinya.
Akhirnya jika kita sudah bisa
memasrahkan diri, bertawaqal, bersabar dan bisa
mengendalikan emosi, Kita akan merasakan betapa
ringannya hidup kita, melayang kembali, lepas,
terbang seperti burung dengan bulu yang semakin
berkilau diiringi sinar mentari dan sepoi angin.
Membuat langkah yang lebih pasti. memang tidak
semudah dikatakan, tetapi tuhan tidak akan merubah
nasib kita jika kita tidak berusaha merubah. Satu
lagi Tuhan pun benci pada umatnya yang terlalu
memaksa dengan semua yang dia inginkan adalah harus,
harus, dan harus, sementara sesuatu yang tidak
diridoi Alloh, belum tentu buat kita maslahat.
Website
making
work
from home
leather
how not to worry
how to tie a
tie
Worry
And Imagery
Worry
And Self Talk
JOIN
AFFILIATE PROGRAMS TO MAKE MONEY ONLINE
How
to make a website
HOW
TO MAKE A FREE WEBSITE EASY AND FAST
How
To Tie A Tie Easy ( the four-in-hand knot )
How
to Tie a Neck Tie ( The Windsor Knot )
How
to Tie a Neck Tie ( The Half-Windsor Knot )
|